Breaking News

Manisnya Berjualan Telur

Sebagai salah satu makanan yang memenuhi kebutuhan protein, telur menjadi pilihan masyarakat. Selain harganya yag murah, mendapatkannya juga tidak sulit. Hampir di setiap warung menjual telur, khususnya telur ayam ras. Ada juga telur bebek atau telur puyuh yang tidak kalah populer.
 
Manisnya Berjualan Telur
Foto (1) Telur Ayam Ras

Tingginya permintaan telur di masyarakat membuat bisnis ini dilirik banyak orang. Meskipun keuntungan perkilogramnya hanya berkisar 10%, tetapi pedagang diuntungkan dengan intensitas permintaan yang tinggi. Apalagi pedagang telur ayam ras yang bisa menghabiskan lebih dari satu kuintal telur setiap harinya.

Seperti Agus Mujianto, salah satu distributor telur di seputaran Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur. Beliau telah merintis usaha ini sejak dua tahun terkahir bersama istri tercinta dan telah terlihat hasil yang menjanjikan. Pasangan muda ini merasakan pahit manisnya merintis usaha pada awal usahanya.

Resiko yang sering dialami oleh pedagang telur adalah tingkat pecahnya telur. Dalam satu peti telur berbobot 15 kilogram, jika ada lima butir telur yang pecah, sudah terasa kerugian yang dialami. Oleh sebab itu, jarang agen telur yang bersedia mengatarkan telur kepada pembeli yang memesan. Kecuali, resiko pecahnya telur ditanggung pembeli.
 Baca Juga: Menjual Ayam Broiler atau Ayam Potong di Lampung
Telur ayam ras di level peternak menjual dengan harga Rp. 17.500- Rp. 18.000/ kg nya (harga telur sering fluktuatif). Agen-agem telur kemudian menjualnya kepada pengecer dengan harga Rp. 19.000 sampai Rp. 19.500 per kilogramnya kepada pengecer. Sampai ke konsumen, telur ayam ras sudah mencapai angka Rp. 21.000 sampai Ro. 22.000 per kilogramnya.

Selain telur ayam ras, telur burung puyuh juga tidak kalah menjanjikan. Harga di level peternak di angka Rp. 25.000/kilogram. Di tangan konsumen, harganya sudah berkisar Rp. 30.000/ kilogramnya. Perputaran telur puyuh memang tidak secepat telur ayam ras. Mengingat, telur puyuh jarang digunakan untuk pesta atau dipajang di rumah makan seperti telur ayam ras. Hanya beberapa pedagang seperti pedagang bubur ayam, angkringan atau rumah makan penyedia sop telur puyuh saja yang memakainya.
 
Manisnya Berjualan Telur
Foto (2) Telur Burung Puyuh

Selain telur ayam ras dan burung puyuh, telur bebek juga sudah banyak yang menjualnya. Untuk telur bebek, penggunannya lebih sedikit dibanding  telur ayam ras dan puyuh. Sebatas sebagai jamu, membuat kue atau dijadikan telur asin. Harganya juga paling mahal, di level peternak saja dijual butiran dengan harga dua ribu per butirnya.
 Baca Juga: Beternak Ayam Kampung dan Itik
Di tangan konsumen, harga telur bebek sudah mencapai tiga ribu per butir. Jika sudah menjadi telur asin matang, harga lebih mahal lagi yaitu enam ribu per butirnya. Di jenis telur bebek, lebih banyak didominasi oleh pengrajin telur asin dan pedagang jamu yang menampungnya dari peternak.
 
Manisnya Berjualan Telur
Foto (3) Telur Bebek
Akan tetapi, jarangnya peminat telur bebek membuat pedagang telur jarang menerima telur bebek dengan jumlah besar. Peternak bebek dari Pringsewu dan Lampung Tengah lebih banyak mengirim telur produksinya ke Pulau Jawa.
 Baca Juga: Meraup Untung Jelang Lebaran

Permintaan telur-telur tersebut biasanya akan meningkat tajam di momen-momen tertentu. Misalnya saat lebaran Idul Fitri, Imlek, Natal atau pada musim pesta pernikahan seperti pasca Idul Adha. Di saat seperti itu, tidak jarang pedagang menaikkan harga meskipun stok memadai. Keuntungan lebih pun didapatkan oleh pedagang.