Breaking News

Fitra Dharma : Jokowi Itu Cerdas

Menyikapi semakin tidak terkendalinya harga kebutuhan pokok terutama daging sapi menjelang ramadhan tahun ini memberikan pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mencari solusi. Harga daging sapi saat ini telah mencapai Rp 120-130 ribu per kg. Presiden Jokowi sendiri telah menginstruksikan kepada para menteri terkait untuk mematok harga untuk daging sapi dibawah Rp 80 ribu rupiah.


Fitra Dharma : Jokowi Itu Cerdas
Fitra Dharma
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung

”Jokowi itu cerdas ketika menginstruksikan para menteri untuk mengendalikan harga daging sapi dibawah Rp 80 ribu, pada saat kita bicara hukum permintaan dan penawaran maka untuk menurunkankan harga daging tersebut pasokan daging yang tersedia harus banyak. Lalu bagaimana untuk menyediakan stock daging yang banyak sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita belum mampu? Maka solusinya adalah membuka kembali kran impor daging sapi.” Ujar Dosen FEB Universitas Lampung, Fitra Dharma, saat berdiskusi singkat pada guntursubing.com, Rabu (2/6)

Itulah mengapa Fitra Dharma mengatakan bahwa Jokowi itu cerdas sebab dengan demikian impor daging sapi menjadi hal yang tak dapat dilewatkan melihat momentumnya memang telah tepat untuk dilakukan. Polemik ini menyisakan banyak dampak yang terjadi, disatu sisi masyarakat umum dan para importir ingin diuntungkan dengan kondisi yang ada, sedangkan disisi lainnya penurunan daging sapi berdampak pula terhadap petani/peternak lokal yang berjumlah sekitar 5,1 juta orang.

Lalu siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Menurut Fitra Dharma yang paling diuntungkan adalah para importir yang memiliki kedekatan dengan Pemerintah atau pihak-pihak spekulan yang mengambil keuntungan dari situasi kekinian yang terjadi.

Instruksi Presiden sendiri telah di sosialisasikan oleh Seskab Pramono Anung yang menyatakan bahwa instruksi presiden ditujukan kepada para menteri terkait untuk menurunkan harga-harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran. Pramono menyebutkan bahwa harga impor memang murah dan memang mengikuti mekanisme pasar dan siapapun yang melakukan impor kebutuhan tersebut akan mendapatkan keuntungan.

Untuk impor sendiri bisa dilakukan dengan negara-negara yang telah lama memiliki kedekatan dengan Indonesia seperti Australia, Selendia Baru dan India. Dengan melihat harga daging sapi dipasaran dunia, Australia memiliki harga daging sapi yang murah. Sedangkan harga daging sapi di Malaysia dan Singapura sekitar Rp 70-75 ribu rupiah.

Dibalik itu semua kita mengharapkan ketulusan Presiden Jokowi dengan kebijakan atau instruksi yang diterapkan. Sehingga cerdas yang dimaksud bukanlah cerdas untuk menguntungkan para konglomerasi atau para cukong yang berada dibelakang suksesnya beliau pada tampuk pimpinan. Tapi cerdas dalam artian untuk mengakomodir kepentingan umum bagi masyarakat luas. Sehingga, swasembada pangan atau kemandirian ekonomi (Amanat Nawacita) yang selalu didengungkan memang benar-benar nyata dan terasa bagi rakyatnya.