Breaking News

Bangun Kekuatan Konten Blog

Artikel ini adalah pecahan dari artikel potensi blog untuk generasi muda dan tantangannya yang mengikuti kontes SEO IAPD. Karena Artikelnya kepanjangan maka setelah kontes saya pecah-pecah kembali menjadi beberapa artikel:

Yang dilihat dari blog adalah konten blog tersebut, istilahya jangan lihat luarnya tapi juga lihat dalamnya. Ibarat kita memiliki perasaan terhadap seseorang maka kita tak akan melihat apa isi luarnya, tetapi yang kita dalami adalah isi hatinya.. hehe.. semoga tidak melenceng dari tema Potensi Blog Untuk Generasi Muda ..

Saya berkeyakinan seperti itu, ibaratnya konten adalah raja, setelah saya meninjau dari beberapa artikel dari kontes ini saya mengambil hikmah bahwa panjang konten saja tidak cukup. Tetapi secara, potensi saya menyadari kelemahan dari SEO saya dari sisi struktur data-data yang mesti di pasang pada blog. Sehingga untuk persaingan diwilayah itu saya mundur, karena saya bukan ahlinya. Tetapi untuk kompetisi ini saya mengutamakan konten artikel.

Bangun Kekuatan Konten Blog

Konten artikel yang coba untuk saya bangun sedemikian rupa sehingga ia membentuk satu kesatuan utuh dan tidak terpisahkan dari bagian lainnya. Memang waktu pengerjaannya tidak berbarengan, tetapi begitu ada kesempatan saya untuk update artikel maka saya lakukan. Potensi atau kekuatan ini saya rasa memiliki peluang yang sama besar dengan kontestan lainnya.

Kekuatan konten ini akan terus saya asah sampai dengan kompetisi Potensi Blog Untuk Generasi Muda ini selesai, seperti yang diungkapkan sebelumnya, sepanjang perjalanan kontes ini saya mengamati dan melakukan trial dan error terhadap perilaku mesin pencarian, dimana naik turunnya artikel kita di mesin pencarian membuat juga dig dag dig dug.. hahaha.. saya jadi semakin bersemangat. Selain trial and error ini menunjukkan pelajaran untuk bersaing di SEO. Dan seperti saat ini saya sedang mengikuti Blog Competition dengan tema Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Menyadari kekuatan yang kita miliki maka Potensi Blog Untuk Generasi Muda juga sama halnya dengan demikian. Dengan menyadari apa saja potensi yang bisa kita kembangkan maka kita juga memiliki alur untuk ikut bersaing. Dalam hal ini saya menekankan pada konten dari artikel.

Ini pengalaman yang saya peroleh, nampaknya memang tidak efektif, karena kita dihabiskan waktu untuk terus update dan update untuk memperebutkan posisi yang layak. Setelah mengamati saya menyimpulkan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Tetapi sisi yang membedakan adalah efektivitas dan efisiensi. Untuk itu mukin nanti akan saya pelajari setelah kontes Potensi Blog Untuk Generasi Muda ini.

Ada juga artikel yang pendek tetapi bisa menempati posisi page one, itu yang saya amati dari beberapa artikel. Saya rasa kontestan tersebut sangat-sangatlah efektif dan tidak kehabisan tenaga untuk terus update artikel yang super panjang. Itulah kekuatan bagi mereka yang telah mapan dari segi SEO. Luar biasa, saya salut dan mesti belajar lagi untuk membangun potensi tersebut.

Tetapi dengan bangunan konten yang saya buat saya mengamati alur naik turunnya artikel Potensi Blog Untuk Generasi Muda saya ini walaupun lebih stabil di page two, tetapi setidaknya sudah mencoba dan untuk bertahan di page one. Sekali lagi saya mengunggulkan konten karena itu yang hanya saya bisa lakukan saat ini. Kesimpulannya, konten juga berpengaruh besar terhadap posisi SEO kita.


Selanjutnya Terserah Kita

Setelah panjang lebar saya menulis artikel dengan judul Potensi Blog Untuk Generasi Muda dan Tantangannya ini akhirnya tiba pada kesimpulan. Dari isi artikel ini, kita telah membedah secara satu persatu. Sudut pandang yang saya berikan dari artikel tidak jauh berbeda dari latar belakang pendidikan yang saya enyam dan tidak jauh-jauh juga dari sudut pandang saya sebagai seorang konsultan ekonomi.

Bagaimanapun juga dengan sudut pandang tersebut saya mencoba membedah satu persatu dari sisi ekonomi makro, perencanaan bisnis maupun daerah, manajemen pemasaran dan manajemen keprilakuan atau motivasi. Tentunya sudut pandang tersebut akan bias jika saya membuat artikel Potensi Blog Untuk Generasi Muda diluar kemampuan dan basic pendidian saya.

Dengan sudut pandang tersebut mudah-mudahan memiliki pandangan berbeda dari pandangan lainnya sehingga memberikan manfaat yang lebih dari cukup untuk para pembaca sekalian. Salah satu kepuasan seorang penulis adalah ketika tulisannya dibaca dan bermanfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan artikel ini memiliki kekuatan tersebut, sehingga pembaca yang budiman tidak bosan-bosannya untuk mengunjungi blog guntursubing.com ini.

Analisis dari sudut pandang ekonomi secara sederhana ini tentu banyak keterbatasannya. Karena di ekonomi maupun manajemen saya masih sangatlah sedikit ilmunya. Dan karena dipaksa untuk lebih percaya diri maka saya mengambil inisiatif untuk membuat artikel dari ilmu yang sedikit saya pahami.

Dan potensi-potensi yang berkembang saat ini di Indonesia memberikan saya inspirasi untuk menulis artikel ini menjadi sebuah wacana yang lebih luas dan lebih dalam lagi untuk dibahas. Potensi yang berkembang seperti bonus demografi usia produktif di Indonesia menjadikan kita seperti Jepang di masa lalu. Bahwa pada era kebangkitan Jepang mereka sangat produktif dan memanfaatkan bonus demografi tersebut dengan optimal. Kita bisa melihat bagaimana Jepang bisa bangkit dengan semangat dan penduduk-penduduk produktifnya dapat mengambil peluang yang hadir pada saat itu.

Tentu kita sebagai bangsa Indonesia tidak ingin melewatkan peluang yang belum tentu hadir setiap saat. Di saat seperti inilah titik balik kebangkitan para Generasi Muda Indonesia untuk bangkit dan menjadi nomor satu di dunia, tak terkecuali juga di teknologi informasi seperti blog. Segala potensi itu akan menghilang dengan segera ketika kita pada usia produktif seperti saat ini tidak memanfaatkannya. Lambat laun kita akan menua dan ketika estafet perjuangan itu tidak ada yang menggantikan maka kerugianlah yang akan kita terima.

Kondisi seperti ini telah terjadi di Jepang, dimana bonus demografi yang mereka peroleh pada masa lalu kini generasi itu telah menua dan seharusnya regenerasi tetap jalan. Tetapi informasi yang diterima bahwa kondisi di Jepang, regenarasi itu tidak berjalan. Banyak mereka tidak menginginkan anak sehinga tidak melahirkan generasi-generasi penerus. Estafet perjuangan itu nampaknya semakin suram.

Diera kebangkitan Indonesia kita ingin menanamkan nilai-nilai dengan bonus demografi yang terjadi saat ini, teknologi informasi kita harus maju. Tak ada tawar menawar lagi tentang itu. Alih teknologi secara teori telah digambarkan dari salah satu manfaat adanya investor asing pada suatu negara, kita mesti juga belajar banyak dengan Tionghoa, yang bisa berkembang dan menjadi raksasa dunia.