Breaking News

Menunda Pekerjaan Adalah Menumpuk Masalah

Seorang teman pernah mengeluhkan dirinya yang merasa tak pernah istirahat. Kesibukan yang satu berganti dengan kesibukan yang lainnya. Tetapi hebatnya semua pekerjaan yang ia tangani mampu ia selesaikan dengan cepat. Itulah yang membuat saya salut.
Menunda Pekerjaan Adalah Menumpuk Masalah

Ia termasuk orang yang cepat dalam menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Dan kesibukannya tidak menjadi hambatan ia untuk menyelesaikan kuliah. Ia sudah terbiasa untuk mencari uang sendiri tanpa bantuan dari orang tua. Ia terbiasa menjadi pemimpin dan mampu menggerakkan orang lain. Soal memperoleh pekerjaan juga termasuk hal yang gampang baginya.

Berbeda dengan teman yang satu lagi. Ia termasuk dari keluarga yang mapan. Fasilitas kuliah ada, seperti motor, handphone dan komputer. Padahal pada zaman awal-awal saya kuliah dulu, ketiga barang ini termasuk barang yang langka. Dan ia memilikinya dibandingan dengan mahasiswa kebanyakan lainnya. Tetapi, ia termasuk orang yang malas. Kalau masalah pengertahuan ia termasuk orang yang pandai. Tapi hanya pada tataran wacana dan nihil pada aksi. Itulah kelemahannya, ia termasuk orang yang lama menyelesaikan kuliah jika tidak diancam DO oleh universitas. Padahal seharusnya ia lebih mobile dengan fasilitas yang ia miliki. Apalagi dari segi waktu, ia memiliki waktu luang yang banyak dibandingkan dengan lainnya.
Suatu hari saya membaca salah satu buku motivasi diri, disitu ada satu kalimat yang membuat saya tertegun. Yakni: "serahkanlah pekerjaan pada orang sibuk maka pekerjaan itu akan selesai". Suatu pernyataan yang terbalik dari logika kebanyakan. Bagaimana mungkin orang sibuk justru mampu menyelesaikan pekerjaan yang ditambah. Bukankah pekerjaannya justru semakin banyak dan menumpuk pekerjaannya?

Pada pernyataan lainnya ia berkata bahwa: "jangan serahkan pekerjaan pada orang malas dan tidak sibuk, karena pekerjaan itu tidak akan selesai". 

Dari dua pernyataan diatas dapat kita lihat bahwa orang-orang sibuk adalah orang-orang yang mobile dan tidak ingin menunda-nunda pekerjaannya. Karena semakin ditunda maka pekerjaan itu semakin menumpuk dan menjadi beban ketika selalu diingat-ingat atau dipikirkan. Semakin sering ditunda dan pekerjaan itu hanya pada batas dipikirkan tanpa aksi yang nyata maka semakin membuat masalah baru yang timbul.
Seyogyanya adalah semakin menunda pekerjaan maka sama saja dengan semakin menumpuk masalah. Orang-orang yang sibuk berpikiran seperti itu, makanya ia tidak mau menunda pekerjaannya dan lebih baik mengorbankan waktu dan menunda kesenangan dengan waktu yang luang.

Mohon maaf sebelumnya, bukan maksud saya menggurui para pembaca dengan tulisan ini. Tetapi saat saya menuliskan tulisan ini saya sedang memperingati diri saya sendiri. Sebagai bahan refleksi bagi diri saya sendiri. Dan kalaupun ada manfaat bagi orang lain saya sangat bersyukur.
loading...